Rabu, 20 September 2017

Kenakalan remaja ku

Aku mau jadi apa?
Pertanyaan itu selalu  mengusik benakku dari kecil.Keadaan orang tua yang kurang mampu membatasi kemampuanku.
Kami hidup di pedesaan terpencil jauh dari hiruk pikuk perkotaan,bahkan kendaraan yang lewat  bisa dihitung dengan jari tangan.Keluargaku hidup serba kekurangan makan seadanya bahkan bisa dikatakan sangat jauh dari kata CUKUP.
Orang tua ku bekerja sebagai petani di lahan orang & warisan kerabat yang merantau Di perkotaan.dulu walau kekurangan orang tua ku tidak pernah mengeluh.itulah yang membuat kami semangat untuk menempuh pendidikan dengan harapan masa depan yang lebih baik.
Kami ada tujuh bersaudara semuanya sekolah yang membuat orang tua kami kewalahan walau tidak ditunjukkan sama kami.dari situ muncullah niatku untuk ikut orang hitung hitung dapat mengurangi beban orang tua pada masa itu kakak yang 1 jhon lagi kuliah tehnik kimia yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Kakak ku yang yang no 2 adalah yang paling baik namanya Feri.Dia sudah mandiri sejak masuk SMK.Dia sekolah di ibukota kabupaten daerah kami bahkan yang membuat saya kagum dia dapat membiayai dirinya sendiri tidak pernah bergantung kepada orang tua.
Kala itu saya berumur 14 tahun detailnya saya kelas 2 SMP pergantian ke semester genap,saya pindah sekolah ke daerah yang lain yaitu SAMOSIR.saya tinggal di rumah orang lebih tepatnya tinggal di rumah guru ku yaitu bapak pasaribu dan istrinya MISS simatupang.
Semua kebutuhan ku dipenuhi mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.pertama sekali saya sampai di tempat yang baru,sekolah baru,mendapatkan teman yang baru hati ku sangat senang.Tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama karena tidak lama setelah sampai di tempat itu semua berubah.
Apakah ini hanya perasaan ku saja? Ataukah memang semua berubah!
Pertanyaan itu seringkali memenuhi kepalaku.
Dan ternyata benar,semua benar benar  berubah
Dulu sebelum ke tempat yang baru saya memang sudah tinggal dengan mereka di perumahan sekolah ku yang sebelumnya.sekedar info ya  saya memang sudah kenal dengan bapak  ini sebelum dia menikah bahkan sedari saya SD.
Saya masuk SMP  bapak ini menjadi guru IPS TERPADU kami.bapak ini terkenal dengan ketegasannya.jadi semua siswa segan kepadanya, tapi itu berlaku di sekolah kalau di luar bapak ini ramah dan humoris gampang bergaul sehingga makin disukai banyak orang.
Hal itulah yang membuat saya tidak perlu berpikir banyak untuk ikut dengan keluarganya.
Kala itu miss simatupang melahirkan seorang anak laki laki yang sangat imut namanya gilbert. miss simatupang juga seorang guru loh lebih tepatnya guru bahasa inggris tapi di SAMOSIR udah beda kabupaten dengan suaminya.setelah gilbert berumur 3 bulan MISS simatupang pindah ke SAMOSIR pastinya dengan saya, perjalanan ini membutuhkan waktu 6 jam naik kendaraan umum dari kampungku.kita masih tinggal di rumah sewaan yang sederhana.selang beberapa lama sebagai seorang anak yang baru pertama kali jauh dari orang tua saya jadi agak pendiam dan penurut bahkan tidak pernah membantah karena saya tidak bisa bebas mau pulang ke rumah orang tua saya.sejak dari situ bisa dibilang walau jarak nya agak dekat saya hanya bisa pulang kampung setahun sekali.

Semua berubah setelah kira kira sebulan di tempat yang baru.kedisiplinan di latih bangun pagi beresin semua pekerjaan rumah mulai dari memasak nyapu dan pekerjaan lainnya pulang sekolah langsung menjemput adek dari penitipan anak.membersihkan rumah,mencuci kain setiap sore yang paling melelahkan adalah ketika air PDAM mati jadi kalau mau mandi,mencuci harus ke danau toba dengan berjalan kaki selama 30 menit.inilah yang saya jalani selama empat setengah tahun.tapi hal itu tidak selalu berjalan mulus karena saya sering memberontak,dan kejujuran saya sering diuji.saya akui masa itu memang masa saya lagi nakal"nya .Semasa SMP saya sering keluar kelas kalau pelajarannya saya tidak suka saya selalu ke perpustakaan baca novel sampai ketiduran.
Cuman 1 mata pelajaran yang saya hadiri trus yaitu bhs.inggris karena gurunya memang adalah MISS simatupang jadi saya gak mau bikin masalah.hehehe
Soalnya nanti ditegor kan di rumah.

Sebenarnya saya sering ditegor guru BP Alias guru BK karena sering cabut dan ketiduran di perpustakaan.di masa  ini juga saya sering mencuri uang sedikit demi sedikit.
Saya akui itu karena dulu saya selalu ikut ikutan jajan dengan teman teman karena saya malu gak pernah dapat uang jajan.
Bagaimana bisa saya bisa mencuri???
Saya punya trik !!
Semua barang" nantulang disimpan di kamarku karena ketika pindah semuanya belum dirapikan.Dari sinilah semua masalah ku dimulai.ketika merapikan barang barang,saya menemukan kunci,itu adalah kunci kamarnya nantulang tapi saya tidak kasih/tunjukkan.
Jadi ketika nantulang tidak dirumah saya sering masuk menyelinap ke kamar nantulang  memahami situasi.Kala itu saya seperti perampok profesional tapi itu tidak saya setiap hari hanya pada waktu mendesak aja seperti waktu uang kas ditagih bendahara tapi saya tidak punya uang sama sekali.
Prinsip nantulang itu sangat tegas yaitu  jangan disitu butuh langsung ada,jadi kalau ada keperluan tiba tiba yah  Saya tidak ada persiapan sama sekali.terpaksa saya meminjam uang dari teman besoknya ada uang baru ganti.Begitulah seterusnya.
Saya biasanya mengambil 5 ribu-10 ribu lalu bayar hutang.
2 hari setelah itu saya minta uang dari nantulang dengan alasan uang kas.
Gak tau malu memang ya..
Uang itulah saya jajankan..

Kalau saya diinterogasi di rumah
"Dari mana uang mu untuk jajan???"

 jawaban ku selalu"temanku yang traktir"

Owh ya kalau di rumah saya panggil MISS simatupang dengan nantulang.
Hal itu trus berlanjut sampai suatu ketika saya kedapatan.kedapaTan bahwa saya yang traktir teman.saya langsung bilang saya ambil uang yang di atas kulkas tentunya kunci cadangannya tetap aman.saya disidang di rumah  yang paling parah adalah malam hari  saya diteriakin sampai tetangga pada tau.memang dasar saat itu saya kepala batu adi arahan apapun itu selalu di dicuekin alias tidak pernah di dengar. Tapi hal yang paling membuat malu adalah ketika saya ada masalah semua guru di sekolah langsung tau.
Busyet dah
..
Nakal memang.

Intinya saya sebenarnya tidak bisa dipercaya.
Waktu trus berlalu...
Lebih setahun saya tidak pernah mencuri lagi..
Tapi ketika saya sudah SMA semakin banyak permasalahan muncul..
Ketidakmampuan ku untuk membagi uang.saya dikasih uang  perminggu itu sekitar Rp. 50.000.
Saya selalu bingung membaginya.nantulang sudah memperhitungkan itu untuk ongkos pulang pergi ke sekolah.
Untuk sekedar ongkos itu memang lebih karena naik angkutan umum ongkos cuma Rp.2.000.sekali jalan.
Sekolah jauh dari rumah kalo lapar gak bisa langsung pulang kayak waktu SMP.
Memang betul betul masa SMA saya paling stress,bingung seperti mau menyerah tidak ada harapan.
Dan di sekolah ini saya semakin nakal.
Pertama kali tes ke sekolah ini saya masuk ke kelas unggulan.tapi masalahnya adalah kalau saya masuk ke unggulan berarti saya harus di sekolah dari pagi hingga sore karena ada les tambahan.otomatis saya tidak bisa membantu di rumah.Saya tidak diizinkan masuk kelas unggulan jadi saya menolak saya meminta supaya dimasukkan ke kelas reguler.
Semester 1 masih aman
Kebetulan kelasku ada di samping perpustakaan
Saya memang paling tidak suka di kelas
Kalo ada pelajaran yang saya tidak suka 30 menit sebelum bel saya pasti permisi keluar alasan ke toilet padahal ke perpustakaan tidur di meja baca  pojokan.perpustakaan yang hening walau banyak orang membuat nyaman untuk tidur.
Terkadang kalau perpustakaan tutup saya diam diam pergi ke tepian danau toba menikmati terpaan angin yang sejuk saya terkadang tertidur di bawah pohon kemiri..
Dan hal itu tidak diketahui oleh teman temanku.di depan teman teman ku saya selalu loyal seperti tidak pernah punya masalah padahal sebenarnya .....itulah
Teman terdekat ku sekalipun tidak pernah tahu masalah ku.
Penerimaan rapot waktu itu pergantian ke semester genap saya masih bisa juara 2  Dan direkomendasikan masuk ke kelas unggulan lagi.
Saya tolak saya tetap memilih kelas reguler.
Disini masalah selalu saja datang silih berganti keuangan selalu bermasalah..
Kala itu saya sering belajar kelompok sampai sore,buat makalah,kliping,dan tugas kelompok yang lain semuanya.itu butuh biaya.
Awal awal saya masih berani minta uang tambahan.uangnya sih dikasih tapi udah mau nangis duluan karena di omelin.karena masalah waktu SMP jadi nantulang ku suka tidak percaya sama omonganku semuanya harus dikonfirmasi dengan menelpon guru ku tanya kebenarannya baru di kasih..
Itu membuatku selalu malu minta uang.
Kalau saya pulang sore pekerjaan rumah selalu menumpuk.piring kotorlah,kain kotor yang sudah langsung di rendam.yang otomatis harus langsung dicuci biar gak bau.nyapu rumah,terkadang saya baru selesai pekerjaan rumah itu jam 10 malam.tinggal menyusun buku pelajaran,nyusun kain adek adek kepenitipan anak besok pagi lalu tidur.saya gak pernah belajar malam sekalipun banyak PR.
Jadi kalau ada tugas kelompok saya harus siap siap masuk angin.
Pagi buta saya harus bangun,kalau bangun jam 5 aja bisa dipastikan saya terlambat ke sekolah,pagi pagi saya sudah seperti ibu rumah tangga  memasak,nyuci piring,nyapu,jemur kain yang di cuci malamnya, siapin bekal adek adek,nyuapin sarapan  Kalau itu semua sudah selesai barulah saya mandi berangkat ke sekolah.begitulah  hari hari ku setiap pagi. Capek..

Sampai di sekolah langsung nyamperin yang juara 1  Untuk nyalin PR
 Alhasil setiap ulangan nilai anjlok..
Sejak dari situ saya tidak pernah juara
PR selalu copas dari teman.Bahkan saya tidak bisa mengikuti kegiatan Ekstra kurikuler dari sekolah.semuanya saya tolak,entah seni,prakarya,olahraga,pramuka,osis,beladiri,tidak ada yang bisa saya ikuti karena semua kegiatan Ekstra kurikuler dilakukan sepulang sekolah.
Nilai nilai ku anjlok beneran.tidak ada nilai tambahan ekstra jadi semuanya turun drastis.mungkin ini yang membuat saya tidak lulus SNMPTN walau jurusan yg saya ambil  passing gradenya rendah rendah.

Disini lah saya stress  berat kala itu saya kelas 2 SMA.
Uang tidak ada,teman teman menagih uang kelompoknya,uang dendalah(saya di denda karena sering keluar kelas tanpa permisi,kaos kaki pendek,memakai aksesoris cincin ku selalu Lebih dari 3,rok terlalu pendek dan lain sebagainya)
Disini saya mulai lagi mengambil uang nantulang..
Yang saya ambil jauh lebih besar yah sekitar 50 ribuan
Dalam seminggu bisa aj 100 ribu
Nantulang mungkin sadar itu uang di dompetnya selalu berkurang tapi karena tidak ada buktinya dia diam.yang biasanya pintu kamar tidak pernah di kunci kalau di rumah ini dia duduk di teras aja kamarnya di slot,masak di dapur kamar slot.
di situ saya mulai hati" supaya tidak ketahuan bahwa saya punya kunci cadangannya.
Sampai suatu hari saya  mentraktir teman teman makan di kantin.Waktu itu pelajaran olahraga.Saya tidak memperhatikan bahwa di kantin itu ada guru.(semua guru yang masuk ke kelas kami itu kenal sama nantulang ku )
Dia mengejutkan ku dari belakang dan bilang "risma uangmu banyak yah "
Dari situ firasat ku sudah nda enak..
Dan terjadilah firasat buruk ku kenyataan..

Saya diinterogasi begitu sampai di rumah bahkan belum buka sepatu .Saya mengeluarkan berbagai macam alasan yang terkadang tidak masuk di akal.
Waktu itu saya masih aman

Tapi entah apa masalahnya dulu pernah saya lupa..ini yang paling fatal.Entah itu saya mencuri uang lagi atau karena tak sengaja menumpahkan air panas ke badan adek ku gilbert. Kala itu saya di tampar karena kemarahan yang memuncak  Saya menangis sejadi jadinya..
Besoknya saya ke sekolah saya yang biasanya paling heboh,ribut,paling lebay jadi pendiam.
Pada hari itu  banyak mata pelajaran semua saya tinggalkan
Dari pagi sampai pulang saya habiskan duduk di tepi pantai menangis sesegukan sendirian, waktu itu saya minum bir  3 kaleng lebih.kunci yang ada samaku saya buang ke danau toba.
 Saya pulang dengan muka memerah
Sampai di rumah saya mandi membersihkan badan biar aroma bir hilang trus langsung tidur karena kepalaku sangat pusing.
Ketika saya terbangun sudah malam dengan keringat bercucuran.badan ku panas mungkin pengaruh bir.nantulang kasih obat tapi saya tidak minum.
Karena saya tahu saya  pusing gara gara minum alkohol saja.
Obatnya saya masukan ke kantong trus buang.
Ini lah yang membuka saya sangat kagum sama nantulang  Dan tulangku ini
Saya sering membuat masalah tapi nantulang tetap  Gak capek memberi nasihat
Sejak dari situ Saya hampir setiap hari minta uang,uang inilah,uang itulah
Mesti terus di omelin yah saya minta aj
Daripada nyuri lagi.
Kelas 3 SMA saya sudah jaga sikap
Gak mau membuat banyak masalah walaupun saya disini paling capek rasanya
Pekerjaan pagi tetap jalan seperti biasa   bangun jam 4, ke sekolah pagi sampai sore karena ada les tambahan sampai di rumah kadang setengah 7 malam.
Pekerjaan rumah seperti biasa harus dikerjakan secepatnya selesai sampai jam 10 atau 11 malam  nyusun buku ke sekolah langsung tidur.
Begitulah sAku mau jadi apa?
Pertanyaan itu selalu  mengusik benakku dari kecil.Keadaan orang tua yang kurang mampu membatasi kemampuanku.
Kami hidup di pedesaan terpencil jauh dari hiruk pikuk perkotaan,bahkan kendaraan yang lewat  bisa dihitung dengan jari tangan.Keluargaku hidup serba kekurangan makan seadanya bahkan bisa dikatakan sangat jauh dari kata CUKUP.
Orang tua ku bekerja sebagai petani di lahan orang & warisan kerabat yang merantau Di perkotaan.dulu walau kekurangan orang tua ku tidak pernah mengeluh.itulah yang membuat kami semangat untuk menempuh pendidikan dengan harapan masa depan yang lebih baik.
Kami ada tujuh bersaudara semuanya sekolah yang membuat orang tua kami kewalahan walau tidak ditunjukkan sama kami.dari situ muncullah niatku untuk ikut orang hitung hitung dapat mengurangi beban orang tua pada masa itu kakak yang 1 jhon lagi kuliah tehnik kimia yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.Kakak ku yang paling baik sudah mandiri sejak masuk SMK.Dia sekolah di ibukota kabupaten daerah kami bahkan yang membuat saya kagum dia dapat membiayai dirinya sendiri tidak pernah bergantung kepada orang tua.
Kala itu saya berumur 14 tahun detailnya saya kelas 2 SMP pergantian ke semester genap,saya pindah sekolah ke daerah lain.saya tinggal di rumah orang lebih tepatnya tinggal di rumah guru ku.semua kebutuhan ku dipenuhi mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.pertama sekali saya sampai di tempat yang baru,sekolah baru,mendapatkan teman yang baru hati ku sangat senang.Tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama karena tidak lama setelah sampai di tempat itu semua berubah.
Apakah ini hanya perasaan ku saja? Ataukah memang semua berubah!
Pertanyaan itu seringkali memenuhi kepalaku.
Dulu sebelum ke tempat yang baru saya memang sudah tinggal dengan mereka di perumahan sekolah ku yang sebelumnya.sekedar info ya  saya memang sudah kenal dengan bapak  ini sebelum dia menikah bahkan sedari saya SD.
Saya masuk SMP  bapak ini menjadi guru IPS TERPADU kami.bapak ini terkenal dengan ketegasannya.jadi semua siswa segan kepadanya, tapi itu berlaku di sekolah kalau di luar bapak ini ramah dan humoris gampang bergaul sehingga makin disukai banyak orang.itulah yang membuat saya tidak perlu berpikir banyak untuk ikut dengan keluarganya,bapak ini adalah bapak pasaribu.istrinya sangat cantik biasa dipanggil MISS simatupang.
Kala itu miss simatupang melahirkan seorang anak laki laki yang sangat imut namanya gilbert. miss simatupang juga seorang guru loh lebih tepatnya guru bahasa inggris tapi di daerah lain udah beda kabupaten dengan suaminya.setelah gilbert berumur 3 bulan MISS simatupang pindah ke samosir pastinya dengan saya, perjalanan ini membutuhkan waktu 6 jam naik kendaraan umum dari kampungku.kita masih tinggal di rumah sewaan yang sederhana.selang beberapa lama sebagai seorang anak yang baru pertama kali jauh dari orang tua saya jadi agak pendiam dan penurut.karena saya tidak bisa bebas mau pulang ke rumah orang tua saya.sejak dari situ bisa dibilang.walau jarak nya agak dekat saya hanya bisa pulang kampung setahun sekali.
Semua berubah setelah kira kira sebulan di tempat yang baru.kedisiplinan di latih bangun pagi beresin semua pekerjaan rumah mulai dari memasak nyapu dan pekerjaan lainnya pulang sekolah langsung menjemput adek dari penitipan anak.membersihkan rumah,mencuci kain setiap sore yang paling melelahkan adalah ketika air PDAM mati jadi kalau mau mandi,mencuci harus ke danau toba dengan berjalan kaki selama 30 menit.inilah yang saya jalani selama empat setengah tahun.tapi hal itu tidak selalu berjalan mulus karena saya sering memberontak,dan kejujuran saya sering diuji.saya akui masa itu memang masa saya lagi nakal"nya .semasa SMP saya sering keluar kelas kalau pelajarannya saya tidak suka saya selalu ke perpustakaan baca novel sampai ketiduran.
Cuman 1 mata pelajaran yang saya hadiri trus yaitu bhs.inggris karena gurunya memang adalah MISS simatupang jadi saya gak mau bikin masalah.hehehe
Soalnya nanti ditegor kan di rumah.

Sebenarnya saya sering ditegor guru BP Alias guru BK karena sering cabut dan ketiduran di perpustakaan.di masa  ini juga saya sering mencuri uang sedikit demi sedikit.Saya akui itu karena dulu saya selalu ikut ikutan jajan dengan teman teman karena saya malu gak pernah dapat uang jajan.bagaimana bisa saya bisa mencuri???
Saya punya trik !!
Semua barang" nantulang disimpan di kamarku karena ketika pindah semuanya belum dirapikan .dari sinilah semuanya dimulai.ketika merapikan barang barang,saya menemukan kunci  itu adalah kunci kamarnya nantulang.tapi saya tidak kasih.
Jadi ketika nantulang tidak dirumah saya sering masuk menyelinap ke kamar nantulang  memahami situasi.Kala itu saya seperti perampok profesional tapi itu tidak saya setiap hari hanya pada waktu mendesak aja seperti waktu uang kas ditagih bendahara tapi saya tidak punya uang sama sekali.prinsip nantulang itu sangat tegas yaitu  jangan disitu waktu terakhir ditagih baru minta .Saya biasanya mengambil 5 ribu-10 ribu lalu bayar.
2 hari setelah itu saya minta uang dari nantulang dengan alasan uang kas.
Gak tau malu memang ya..
Uang itulah saya jajankan

Kalau saya diinterogasi di rumah
"Dari mana uang mu untuk jajan???"
 jawaban ku selalu"temanku yang traktir"
Owh ya kalau di rumah saya panggil MISS simatupang dengan nantulang.
Hal itu trus berlanjut sampai suatu ketika saya kedapatan.kedapaTan bahwa saya yang traktir teman.saya langsung bilang saya ambil uang yang di atas kulkas tentunya kunci tetap aman.saya disidang di rumah  yang paling parah adalah malam hari  saya diteriakin sampai tetangga pada tau.memang dasar saat itu saya kepala batu.arahan apapun selalu di dicuekin. Tapi hal yang paling membuat malu adalah ketika saya ada masalah semua guru di sekolah langsung tau.
Busyet dah
..
Nakal memang.

Intinya saya sebenarnya tidak bisa dipercaya.
Waktu trus berlalu...
Lebih setahun saya tidak pernah mencuri lagi..
Tapi ketika saya sudah SMA semakin banyak permasalahan muncul..
Ketidakmampuan ku untuk membagi uang.saya dikasih uang  perminggu itu sekitar 50.000.
Saya selalu bingung membaginya .nantulang sudah memperhitungkan itu untuk ongkos pulang pergi ke sekolah.
Untuk sekedar ongkos itu memang lebih karena naik angkutan umum ongkos cuma 2 ribu sekali jalan.
Sekolah jauh dari rumah kalo lapar gak bisa langsung pulang kayak waktu SMP.
Memang betul betul masa SMA saya paling stress,bingung seperti mau menyerah tidak ada harapan.
Dan di sekolah ini saya semakin nakal.
Pertama kali tes ke sekolah ini saya masuk ke kelas unggulan.tapi masalahnya adalah kalau saya masuk ke unggulan berarti saya harus di sekolah dari pagi hingga sore karena ada les tambahan.otomatis saya tidak bisa membantu di rumah.Saya tidak diizinkan masuk kelas unggulan jadi saya menolak saya meminta supaya dimasukkan ke kelas reguler.
Semester 1 masih aman
Kebetulan kelasku ada di samping perpustakaan
Saya memang paling tidak suka di kelas
Kalo ada pelajaran yang saya tidak suka 30 menit sebelum bel saya pasti permisi keluar alasan ke toilet padahal ke perpustakaan tidur di meja baca  pojokan.perpustakaan yang hening walau banyak orang membuat nyaman untuk tidur.
Terkadang kalau perpustakaan tutup saya diam diam pergi ke tepian danau toba menikmati terpaan angin yang sejuk saya terkadang tertidur di bawah pohon kemiri..
Dan hal itu tidak diketahui oleh teman temanku.di depan teman teman ku saya selalu loyal seperti tidak pernah punya masalah padahal sebenarnya .....itulah
Teman terdekat ku sekalipun.
Penerimaan rapot waktu itu pergantian ke semester genap saya masih bisa juara 2  Dan direkomendasikan masuk ke kelas unggulan lagi.
Saya tolak saya tetap memilih kelas reguler.
Disini masalah selalu saja datang silih berganti keuangan selalu bermasalah..
Kala itu saya sering belajar kelompok sampai sore,buat makalah,kliping,dan tugas kelompok yang lain.itu butuh biaya
Awal awal saya masih berani minta uang tambahan.uangnya sih dikasih tapi udah mau nangis duluan karena di omelin.karena masalah waktu SMP jadi nantulang ku suka nda percaya sama omonganku mesti menelpon guru ku dulu tanya kebenarannya baru di kasih..
Itu membuatku selalu malu minta uang.
Kalau saya pulang sore pekerjaan rumah selalu menumpuk.piring kotorlah,kain kotor yang sudah langsung di rendam otomatis harus langsung dicuci biar gak bau.nyapu rumah terkadang saya baru selesai pekerjaan rumah itu jam 10 malam.tinggal menyusun buku pelajaran,nyusun kain adek adek kepenitipan anak besok pagi lalu tidur saya gak pernah belajar malam sekalipun banyak pr.
Jadi kalau ada tugas kelompok saya.harus siap siap masuk angin.
Pagi buta saya harus bangun kalau bangun jam 5 aja bisa dipastikan saya terlambat ke sekolah,pagi pagi saya sudah seperti ibu rumah tangga  memasak,nyuci piring,nyapu,jemur kain yang di cuci malamnya, siapin bekal adek adek,nyuapin sarapan  Kalau itu semua sudah selesai barulah saya mandi berangkat ke sekolah.begitulah  hari hari ku setiap pagi. Capek..
Sampai di sekolah langsung nyamperin yang juara 1  Untuk nyalin PR
 Alhasil setiap ulangan nilai anjlok..
Sejak dari situ saya tidak pernah juara
PR selalu copas dari teman.
Nilai nilai ku anjlok beneran.semuanya turun drastis  mungkin ini yang membuat saya tidak lulus SNMPTN walau jurusan yg saya ambil  passing gradenya rendah rendah
Disini lah saya stress  berat kala itu saya kelas 2 SMA.
Uang tidak ada,teman teman menagih uang kelompoknya,uang dendalah(saya di denda karena sering keluar kelas tanpa permisi,kaos kaki pendek,memakai aksesoris cincin ku selalu Lebih dari 3,rok terlalu pendek dan lain sebagainya)
Disini saya mulai lagi mengambil uang nantulang..
Yang saya ambil jauh lebih besar yah sekitar 50 ribuan
Dalam seminggu bisa aj 100 ribu
Nantulang mungkin sadar itu uang di dompetnya selalu berkurang tapi karena tidak ada buktinya dia diam.yang biasanya pintu kamar tidak pernah di kunci kalau di rumah ini dia duduk di teras aja kamarnya di slot,masak di dapur kamar slot.di situ saya mulai hati" supaya tidak ketahuan bahwa saya punya kunci cadangannya.
Sampai suatu hari saya  mentraktir teman teman makan di kantin.Kala itu pelajaran olahraga.Saya tidak memperhatikan bahwa di kantin itu ada guru.(semua guru yang masuk ke kelas kami itu kenal sama nantulang ku )
Dia mengejutkan ku dari belakang dan bilang "risma uangmu banyak yah "
Dari situ firasat ku sudah nda enak..
Dan terjadilah firasat buruk ku kenyataan..
Saya diinterogasi begitu sampai di rumah bahkan belum buka sepatu .Saya mengeluarkan berbagai macam alasan yang terkadang tidak masuk di akal.
Waktu itu saya masih aman
Tapi entah apa masalahnya dulu pernah saya lupa..entah itu saya mencuri uang lagi atau karena tak sengaja menumpahkan air panas ke badan adek ku gilbert. Kala itu saya di tampar karena kemarahan yang memuncak  Saya menangis sejadi jadinya..
Besoknya saya ke sekolah saya yang biasanya paling heboh,ribut,paling lebat jadi.pendiam
Pada hari itu  banyak mata pelajaran
Dari pagi sampai pulang saya habiskan duduk di tepi pantai menangis sesegukan sendirian, waktu itu saya minum bir  3 kaleng lebih.kunci yang ada samaku saya buang ke danau toba.
 Saya pulang dengan muka memerah
Sampai di rumah saya mandi membersihkan badan biar aroma bir hilang trus langsung tidur karena kepalaku sangat pusing.
Ketika saya terbangun sudah malam dengan keringat bercucuran.badan ku panas mungkin pengaruh bir  nantulang kasih obat tapi saya tidak minum
Karena saya tahu saya  pusing gara gara minum saja.
Obatnya saya masukan ke kantong..
Ini lah yang membuka saya sangat kagum sama nantulang  Dan tulangku ini ku
Saya sering membuat masalah tapi nantulang tetap  Gak capek memberi nasihat
Sejak dari situ  Saya.hampir setiap hari minta uang,uang inilah uang itulah
Mesti terus di omelin yah saya minta aj
Daripada nyuri
Kelas 3 SMA saya sudah jaga sikap
Gak mau membuat banyak masalah walaupun saya disini paling capek rasanya
Pekerjaan pagi tetap jalan seperti biasa   bangun jam 4, ke sekolah pagi sampai sore sampai di rumah kadang setengah 7
Pekerjaan rumah seperti biasa sampai jam 10atau 11 malam  nyusun buku ke sekolah  tidur
Begitu seterusnya jadi selama masuk sekolah kami jarang bertatap muka kecuali hari minggu..
Hari minggu saya biasanya menyibukkan diri dengan bersih bersih terus ke gereja pulang gereja jam 12,menyetrika sampai sore dan kembali lagi ke rutinitas Pekerjaan rumah biasa..
Begitulah sampai Saya  lulus saya selalu memotivasi diri bahwa semua itu akan berakhir


Selesaieterusnya jadi selama hari masuk sekolah itu kami jarang bertatap muka kecuali hari minggu..
Hari minggu saya biasanya pulang gereja jam 12,menyetrika sampai sore sama.Pekerjaan rumah biasa..
Begitulah sampai Saya  lulus saya selalu memotivasi diri bahwa semua itu akan berakhir dan berlalu.
Saya sangat berterimakasih karena akhirnya saya bisa lulus.
Saya keluar dari rutinitas itu 2 minggu setelah UAN.Saya pergi ke medan untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian SBMPTN.Dengan harapan bisa mengubah masa depan menjadi lebih baik.

 Sekarang sudah 3 tahun berlalu terkadang saya tersenyum jika mengingat apa yang sudah saya lewati..
Setahun yang lalu saya rindu ke SAMOSIR saya ke sekolah,kantin dan bermain ke pantai,pohon kemiri tempat biasa saya berteduh menikmati terpaan angin yang sudah membawa pergi semua masalah ku.
Tuhan itu maha penyayang dan murah hati.
Ia tidak pernah meninggalkan kita sekalipun kita adalah orang yang hina dan penuh dosa.
Kini harapan ku sudah terkabul kan,SEMUANYA SUDAH BERLALU

Selesai